Kisah Ibu Janda, Pintalan, dan Burung Elang

1:52 AM

Dikisahkan hiduplah seorang ibu, dari anak-anak yatim. Sang Ibu memintal benang dengan pintalannya. Sang Ibu lakukan itu agar dapat menjual hasil pintalannya untuk membelikan makanan untuk anak-anaknya. Sang Ibu tidak memiliki harta kecuali alat pintal satu-satunya yang dia miliki saat ini.

Suatu hari, ketika si Ibu sedang memintal, datanglah seekor elang. Elang tersebut kemudian mengambil kain berwarna merah dan pintalannya. Setelah itu, elang tersebut pergi meninggalkan si Ibu.

Maka, si Ibu itu kemudian berfikir bahwa malamnya, sang anak-anak pasti akan kelaparan. Maka, dia kemudian pergi menemui Nabi Daud AS. 

Sang Ibu pun kemudian berkata, 

"Wahai Nabi Allah, aku adalah seorang Ibu atau janda dari anak-anak yatim"
"Dan aku memiliki anak-anak kecil. Dan aku tidak memiliki harta kecuali sebuah pintalan."
"Ketika aku sedang memintal, datang seekor elang yang mengambil pintalanku."
 "Dan sekarang aku tidak mempunyai apa pun lagi."

Seakan dia berkata, "Dimana Rahmat Allah SWT untukku. Apa yang Allah SWT lakukan padaku? Mengapa Allah SWT takdirkan ini?"
Maka, Nabi Daud AS berkata, 

"Duduklah wahai hamba Allah SWT."

Maka dia pun duduk.
Tak lama kemudian, datanglah para pedagang. 
Mereka berkata :
"Wahai Nabi Allah, telah terjadi kejadian begitu aneh kepada kami."
"Apa itu?"
"Sebelumnya kami berada di laut. Kapal kami mengalami kebocoran. Dan masuklah air ke dalam kapal kami. Kami yakin kapal kami akan tenggelam karena kami berusaha menahan air, namun kami tidak bisa. Secara tak sadar, ada seekor burung elang yang membuang pintalan ke kami. Maka kami ambil dan kami tambal untuk menutupi kebocoran kapal kami. Kemudian air pun berhenti. Maka setiap kami bernadzar untuk bersedekah 100 dinar. Dan kami ada 10 banyaknya di antara kami."

Nabi Daud AS pun berkata, 

"Mana wanita tadi? Mereka memberikannya (bersedekah) kepada ibu tadi dan ambillah"
"Rabbmu berdagang untukmu."
"Wahai Ibu, pintalan ini adalah pintalanmu. Rabbmu berdagang untukmu, namun kau mengeluh dari-Nya?"
"Dia mengambil pintalan dan menjualnya di lautan"
 "Engkau menjual pintalan dengan satu atau dua dinar, sekarang Allah SWT mendatangkan 1000 dinar untukmu."


MaShaAllah, Subhanallah..
Dan apa yang terjadi padamu, semua telah ditakdirkan oleh Allat SWT. Allah SWT mengatur kehidupan kita dengan begitu teliti, begitu menakjubkan, serta penuh kasih sayang. Seperti pada kisah Ibu, janda tersebut. Allah SWT memberikan dia cobaan, hanya supaya kita bersabar, tetapi lihat hikmahnya begitu luar biasa, bahkan diluar perkiraan kita, sebagai manusia biasa. Lantas, yakinlah pada rencana Allah SWT. Percayalah, bahwa sesungguhnya Allah SWT Maha Kuasa, Dia tidak akan pernah menyengsarakan umat-Nya. Dia begitu cinta dan sayang kepada umat-Nya. Dia hanya ingin melihat kita bisa menjadi manusia yang sabar, manusia yang tabah, dan manusia yang kuat. MashaAllah, Subhanallah, semoga kita akan selalu tergolong menjadi orang-orang beruntung, yang akan selalu mendapatkan rahmat dari-Nya. 
Aamiin Ya Rabbal Alamin..






Love,
Sylvia


You Might Also Like

0 Comments

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images