Kisah Nabi Syits AS : Asal Muasal Musik & Zina

5:32 AM

Nabi Syits AS adalah anak pemberian dari Allah SWT untuk Nabi Adam AS, sebagai hadiah setelah meninggal putra tercintanya yaitu Habil. Habil adalah seorang hamba-Nya yang sangat sholeh dan oleh karenya Habil sangat dekat dengan ayahnya, Nabi Adam AS. Nabi Adam AS sendiri memberi nama Syits yang berarti Hadiah, karena dia adalah hadiah pemberian dari Allah SWT sebagai pengganti Habil.

Nabi Syits AS pun sama seperti Habil, Beliau sangat dekat dengan-Nya. Beliau selalu menuruti perintah-perintah Allah SWT, seperti ayahnya. Semasa hidupnya, Nabi Syits AS selalu meingatkan saudara-saudaranya, keponakan-keponakannya, dan orang-orang di awal zaman tersebut untuk selalu menyembah hanya kepada Allah SWT. Dan Nabi Syits AS, selepas kepergian ayahnya, menjadi pemimpin yang adil bagi saudara-saudaranya. Membawa ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.

Tetapi, syaitan selalu saja berusaha untuk menggoda keimanannya. Di sisi lain, hiduplah saudaranya/anak Nabi Adam AS yang bernama Qabil. Qabil beserta keturunannya tidak mau mengikuti ketentuan-ketentuan yang disebutkan oleh Nabi Syit AS. Akhirnya, karena melihat saudaranya tersebut sangat sombong dan serakah, Nabi Adam AS pun pergi jauh dan hanya tinggal dan hidup bersama Nabi Syit AS beserta keturunan-keturunannya. 

Terdapat perbedaan yang sangat jelas diantara Nabi Syit AS beserta keturunannya dengan Qabil dan keturunan-keturunannya.


Para pria dari keturunan Qabil memiliki wajah yang jelek dan para wanitanya memiliki paras wajah yang cantik. 

Kemudian diriwayatkan atau dikisahkan : suatu hari iblis merubah dirinya menjadi seorang lelaki muda. Dan kemudian pergi ke pandai besi untuk meminta pekerjaan kepada pandai besi tersebut. Lantas, apa yang iblis lakukan kemudian?
Dia bekerja dengannya dan kemudian menciptakan sebuah seruling. Dan kemudian dia memperkenalkan seruling tersebut kepada orang-orang. Perlahan, dia membuat suara, suara yang belum pernah didengar oleh orang-orang sebelumnya, yang saat itu adalah awal zaman. Tidak ada suara, tidak ada apapun, kecuali keimanan kepada Allah SWT. Dan kemudian dia menciptakan sebuah drum kecil dan menabuhnya. 

"Suara apa itu?"

Lalu iblis meraih sebuah logam dan mulai menabuhnya. Maka terbentuklah suatu suara. Tentu saja, ini membuat orang-orang berdatangan. Iblis kemudian menciptakan terompet dan meniupnya. Dan terbentuklah suara yang menyebabkan orang-orang kembali berdatangan. 

"Orang ini begitu pintar. Dia lebih maju daripada kita."

Orang-orang pun begitu asyik menikmati suara tersebut, dan mereka perlahan mulai melupakan perintah-perintah Allah SWT. Namun, hal ini tidak menggoyahkan keimanan Nabi Syit AS sedikitpun. Nabi Syits AS tetap istiqhomah dalam meingatkan umatnya dan tetap memberitahukan umatnya, mana yang benar dan mana yang salah. 

Tetapi, dikisahkan bahwa Iblis itu pintar. Dia membuat seruling dan menciptakan suara dengan tujuan agar jiwa orang-orang tersebut masuk ke dalam musik tersebut. Sampai akhirnya, setiap bagian tubuh kita bereaksi terhadap suara tersebut. Orang-orang pun sangat menyukai dan terlena akan suara-suara yang dikeluarkannya tersebut.

"Di sana ada yang bisa mengeluarkan suara."
"Suara-suaranya luar biasa."

Pada zaman itu, orang-orang belum mengenal dosa Syirik. Mereka masih menyembah kepada Allah SWT. Tetapi kemudian, iblis membawa manusia ke level berikutnya. Iblis itu pintar. Selain sudah menjerumuskan manusia dengan suara, lalu iblis pun memperkenalkan yang namanya "Zina", yang mungkin sampai detik ini masih dilakukan oleh manusia.

Oleh karenanya Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 168-169:

وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ (168) إِنَّمَا يَأْمُرُكُمْ بِالسُّوءِ وَالْفَحْشَاءِ وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ (169)
Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.” 
(QS. Al-Baqarah: 168-169)



"Mereka akan tahu trik saya. Maka, saya akan memperkenalkan pada mereka sesuatu yang akan menggerakkan mereka."

Jadi, iblis memperkenalkan musik dan zina pada zaman itu. Iblis telah membawa mereka pada langkah itu. Sesungguhnya, alat musik dan zina telah diperkenalkan ketika pada masa kepemimpinan Nabi Syits AS, berabad-abad tahun yang lalu. Akan tetapi, Nabi Syits AS terus memerintahkan, melarang, dan memberi nasehat kepada orang-orang.

Hingga kini, para ulama meyakini bahwa kebanyakan nabi-nabi atau utusan-utusan Allah SWT berasal dari keturunannya. Semua mengatakan semua nabi berasal dari keturunannya. Tidak ada yang datang setelah itu dari Qabil.

Tidak ada nabi/rasul yang datang dari keturunan Qabil.

Setelah masa kepemimpinan Nabi Syits AS, Nabi Syits AS kemudian mempercayakan kepada anak-anaknya yang shaleh untuk melanjutkan misi dari Allah SWT. Dan akhirnya sampailah pada Nabi Idris AS.

Kisah dari Nabi Syits AS ini mengingatkan kita bahwa kita sebagai manusia sangat mudah untuk mengikuti langkah iblis/syaitan yang sesungguhnya sudah sangat jelas dilarang oleh Allah SWT. Musik dan Zina. Oleh karenanya, kita harus selalu senantiasa berdo'a meminta perlindungan dari Allah SWT agar dapat dijauhkan dari langkah-langkah syaitan tersebut.
Aamiin Ya Rabbal Alamiin...

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-A'raf ayat 200 :

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan maka berlindunglah kepada Allah.” 
(QS. Al-A’raf: 200)
Ada suatu hadits yang mengatakan :
اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِى وَمِنْ شَرِّ بَصَرِى وَمِنْ شَرِّ لِسَانِى وَمِنْ شَرِّ قَلْبِى وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّى
Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari kejelekan pada pendengaranku, dari kejelekan pada penglihatanku, dari kejelekan pada lisanku, dari kejelekan pada hatiku, serta dari kejelekan pada mani atau kemaluanku)"
(HR. An-Nasa’i, no. 5446; Abu Daud, no. 1551; Tirmidzi, no. 3492. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)





Love,
Sylvia


You Might Also Like

0 Comments

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images