Aisyah r.a, Istri Dunia dan Akhirat Nabi Muhammad SAW

10:17 PM

Beliau adalah Ummul Mukminin Ummu Abdillah Aisyah binti Abu Bakr, Shiddiqah binti Shiddiqul Akbar, Istri tercinta Rasulullah shallalahu 'alaihi wa sallam. Aisyah r.a memiliki tempat istimewa di hati Rasullullah, dibandingkan istri-isteri yang lainnya.

Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari dan Muslim, dari Amr Bin Ash: "Aku bertanya, 'Wahai Rasulullah siapakah orang yang paling engkau cintai?', 'Aisyah' jawab beliau. 'Dari kalangan lelaki?' tanyaku. 'Ayahnya (Abu Bakar),'jawab Beliau. 'Lalu siapa?' tanyaku. 'Kemudian Umar bin Khaththab' jawab Beliau. Setelah itu Beliau menyebut beberapa orang."

Istri pertama Rasulullah adalah Khadijah r.a, seorang wanita yang berjasa besar mendampingi Rasul di awal-awal kenabian di Mekkah. Atas jasanya tersebut, Beliau menyebutnya 'tak tergantikan'. Setelah meninggalnya Khadijah r.a, datanglah Malaikat Jibril. Melalui mimpinya, Beliau menggambarkan siapa sosok pengganti Khadijah r.a buat Rasulullah. Malaikat Jibril menunjukkannya pada selembar kain sutera dan ketika dibuka ternyata itu adalah raut wajah Aisyah ra. Ya, Aisyah r.a adalah wanita yang dipilihkan Allah SWT untuk Rasulullah.

Aisyah r.a mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda
"Aku diperlihatkan dirimu dalam mimpi sebanyak 2 atau 3 malam. Malaikat membawa (gambar)mu dalam sehelai kain sutera, lalu ia berkata 'ini istrimu'. Aku menyingkap kain itu, rupanya kamulah wanita itu. Kemudian aku berkata, Jika ini ketentuan dari Allah, pasti Dia tunaikan"

Aisyah r.a dipinang saat usianya masih 7 tahun. Usia memang masih kecil, tetapi di Semenanjung Arab, umumnya gadis kecil mengalami kematangan dalam hal apa pun lebih awal tak terkecuali Aisyah ra. Aisyah ra mampu menjadi tempat mengadu, curhat, atau bertanya para wanita di Madinah, terutama kaitannya dengan masalah kewanitaan dan rumah tangga, meski usianya baru belasan tahun.

Ada pun beberapa keistimewaan dari Aisyah r.a yaitu :
1. Kedua orang tuanya adalah orang-orang mulia yang hijrah bersama Rasulullah ke Madinah. 
Rasulullah sangat menghormati Abu Bakar r.a. Saat istri beliau Zainab Binti Jahsy menghadap ke Beliau dengan maksud menyampaikan kecemburuan istri-istri yang lain tentang perlakuan istimewa beliau ke Aisyah r.a, Beliau tersenyum dan mengatakan: 'ia adalah putri Abu Bakar';

2.  Aisyah r.a adalah wanita paling alim daripada wanita lainnya
Berkata az-Zuhri"Apabila ilmu Aisyah dikumpulkan dengan ilmu seluruh para wanita lain, maka ilmu Aisyah lebih utama."  (Al-Mustadrak Imam Hakin (4/11))
Berkata Atha', “Aisyah adalah wanita yang paling faqih dan pendapat-pendapatnya adalah pendapat yang paling membawa kemaslahatan untuk umum.” (Al-Mustadrok Imam Hakim (4/11))

3.  Aisyah r.a adalah wanita yang istimewa
Diriwayatkan dari Abu Musa, dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda, "banyak kaum pria yang sempurna, tetapi di antara wanita yang sempurna adalah Maryam binti Imran dan Aisyah Istri Firaun. Sedangkan keistimewaan Aisyah atas seluruh wanita seperti keistimewaan Tsarid (jenis makanan dari daging danroti yang diremukkan) dari makanan lain."

4. Allah SWT menurunkan wahyu ketika Rasulullah bersama Aisyah r.a
Diriwayatkan dari Aisyah, ketika Istri-istri Nabi cemburu kepadanya, Nabi Muhammad SAW bersabda: janganlah menyakitiku dengan cara menyakiti Aisyah, karena wahyu tidak pernah datang kepadaku ketika aku berada di dalam baju seorang wanita kecuali Aisyah."
Dalam hadits ini jelas sekali bahwa pernah beberapa kali Rasulullah menerima wahyu ketika bersama Aisyah r.a. 

Dan ada pula Ayat yang diturunkan oleh Allah SWT disebabkan oleh Aisyah. Ayat itu adalah mulai dari Surat An Nur ayat 11-20, sebagai  pembersihan Allah SWT atas fitnah yang disebarkan untuk Aisyah r.a.

إِنَّ الَّذِينَ جَاءُوا بِالْإِفْكِ عُصْبَةٌ مِنْكُمْ ۚلَا تَحْسَبُوهُ شَرًّا لَكُمْ ۖبَلْ هُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚلِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ مَا اكْتَسَبَ مِنَ الْإِثْمِ ۚوَالَّذِي تَوَلَّىٰ كِبْرَهُ مِنْهُمْ لَهُ عَذَابٌ عَظِيمٌ

"Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar."
(Q.S An Nur : 11)

لَوْلَا إِذْ سَمِعْتُمُوهُ ظَنَّ الْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بِأَنْفُسِهِمْ خَيْرًا وَقَالُوا هَٰذَا إِفْكٌ مُبِينٌ

Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohong itu orang-orang mu'minin dan mu'minat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: "Ini adalah suatu berita bohong yang nyata."

(Q.S An Nur : 12)



لَوْلَا جَاءُوا عَلَيْهِ بِأَرْبَعَةِ شُهَدَاءَ ۚفَإِذْ لَمْ يَأْتُوا بِالشُّهَدَاءِ فَأُولَٰئِكَ عِنْدَ اللَّهِ هُمُ الْكَاذِبُونَ

Mengapa mereka (yang menuduh itu) tidak mendatangkan empat orang saksi atas berita bohong itu? Oleh karena mereka tidak mendatangkan saksi-saksi maka mereka itulah pada sisi Allah orang-orang yang dusta.

(Q.S An Nur : 13)


 وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ لَمَسَّكُمْ فِي مَا أَفَضْتُمْ فِيهِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Sekiranya tidak ada kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua di dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa azab yang besar, karena pembicaraan kamu tentang berita bohong itu.

(Q.S An Nur : 14)


 إِذْ تَلَقَّوْنَهُ بِأَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُولُونَ بِأَفْوَاهِكُمْ مَا لَيْسَ لَكُمْ بِهِ عِلْمٌ وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمٌ

(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.

(Q.S An Nur : 15)


وَلَوْلَا إِذْ سَمِعْتُمُوهُ قُلْتُمْ مَا يَكُونُ لَنَا أَنْ نَتَكَلَّمَ بِهَٰذَا سُبْحَانَكَ هَٰذَا بُهْتَانٌ عَظِيمٌ

Dan mengapa kamu tidak berkata, di waktu mendengar berita bohong itu: "Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini. Maha Suci Engkau (Ya Tuhan kami), ini adalah dusta yang besar."

(Q.S An Nur : 16)


 يَعِظُكُمُ اللَّهُ أَنْ تَعُودُوا لِمِثْلِهِ أَبَدًا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Allah memperingatkan kamu agar (jangan) kembali memperbuat yang seperti itu selama-lamanya, jika kamu orang-orang yang beriman,

(Q.S An Nur : 17)


وَيُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ ۚوَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

(Q.S An Nur : 18)


إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۚوَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui.

(Q.S An Nur : 19)


 وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ وَأَنَّ اللَّهَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Dan sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua, dan Allah Maha Penyantun dan Maha Penyayang, (niscaya kamu akan ditimpa azab yang besar).

(Q.S An Nur : 20)

5. Aisyah r.a adalah satu-satunya istri yang dinikahi Nabi dalam keadaan masih gadis

6. Nabi Muhammad SAW meninggal dalam dekapan Aisyah r.a

7. Nabi Muhammad SAW dimakamkan di kamar (rumah) Aisyah r.a

8. Aisyah r.a adalah satu-satunya wanita dari 7 orang/sahabat yang banyak meriwayatkan hadits
Aisyah r.a adalah sosok wanita yang cerdas, pintar, dan mampu meriwayatkan banyak hadits. Menurut sumber, hadits-hadits riwayat Aisyah r.a kurang lebih ada 2210 hadits. Aisyah r.a memiliki ingatan yang luar biasa, sehingga dapat mengingat perkataan maupun perbuatan yang dilakukan oleh suaminya yaitu Rasulullah SAW selama kurang lebih 9 tahun berumah tangga.

9. Jibril pernah menyampaikan salamnya untuk Aisyah r.a
Diriwayatkan dari Az Zuhri, dia berkata: abu Salamah menceritakan kepadaku bahwa Aisyah  berkata: Rasulullah SAW bersabda: wahai Aisyah, ini adalah Jibril, dia menyampaikan salam kepadamu.” Aisyah lalu berkata, wa’alaihissalam warahmatullah, engkau melihat apa yang tidak kami lihat ya Rasulullah.”

Tak heran jika Rasulullah SAW menempatkannya dalam hati dan menjadikannya istri tidak hanya di dunia namun di akhirat. Aisyah r.a berkata: "Aku bertanya kepada Nabi SAW, 'Wahai Rasulullah, siapakah istri-istrimu di surga?', 'Kamu termasuk di antara mereka' jawab beliau" (HR. Bukhari dalam As-Shahih)

Sahabat-sahabat sholihahku, mungkin kita memang tidak secantik, secerdas, dan sealim Aisyah r.a, tapi hal menarik yang dapat diambil teladannya seorang Aisyah r.a yaitu ketika seorang wanita memasuki kehidupan rumah tangga bersama suaminya, maka wanita tersebut harus matang, siap mendampingi suami dalam suka dan duka, banyak belajar, dan dapat memberikan kebaikan untuk suami, anak-anaknya kelak, serta masyarakat. Sehingga keluarga kita nantinya dapat meraih keberkahan dan kebahagiaan dunia dan akhirat, serta ridho dari Allah SWT. Semoga kita semua, para wanita, dapat meneladani sifat-sifat istimewa dari seorang Aisyah r.a. Aamiin Ya Rabbal Alamin..

Semoga post ini dapat berguna dan bermanfaat terutama bagi saya, pribadi, maupun pihak yang membacanya.




love,
Sylvia

You Might Also Like

1 Comments